Beranda Nasional Warga Semarang Jadi Korban Mina, Ini SMS Terakhirnya

Warga Semarang Jadi Korban Mina, Ini SMS Terakhirnya

74
0
Sebarkan
Ilustrasi. Keluarga memperlihatkan foto korban tragedi lempar jumrah di Mina, Minggu (27/9/2015). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Ilustrasi. Keluarga memperlihatkan foto korban tragedi lempar jumrah di Mina, Minggu (27/9/2015). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Jakarta, sewarga.com – Jemaah haji asal Indonesia yang secara resmi dinyatakan wafat dalam tragedi Mina sebanyak 95 orang. Satu di antaranya adalah Rita Saadah Sahudin (48), jemaah asal Kota Semarang, Jawa Tengah.

Rita dinyatakan wafat dalam tragedi Mina setelah diumumkan oleh Kementerian Agama RI melalui Kepala Daker Makkah pada Jumat, 2 Oktober 2015. Keluarga korban yang berada di rumah duka RT 01/07 Perum Mijen Permai, Kecamatan Mijen, Semarang, telah mendapatkan kabar tersebut melalui media massa.

Santika (24) anak kandung korban, mengaku, sejak insiden Mina pada Kamis, 24 September 2014 lalu dirinya kehilangan kontak ibunya.

“Pagi itu ibu kasih kabar ke keluarga bila dirinya sedang berada di Muzdhalifah menunggu bus untuk melakukan lempar Jumrah Aqabah di Mina. Rupanya SMS itu menjadi pesan terakhir yang dikirimkan dia ke kami,” kata Santika ditemui di rumah duka di Mijen, Semarang, Sabtu 3 Oktober 2015.

Hingga kejadian tragis di lorong Mina, Santika sendiri selalu kesulitan menghubungi sang ibu. Bahkan nomor krisis center di Makkah juga tak pernah sekalipun bisa dihubungi.

“Kami baru tahu ibu wafat setelah melihat dan membaca berita lewat televisi. Baru tadi pihak Kemenag datang ke rumah memberikan kabar secara resmi,” kata Santika.

Almarhumah Rita sendiri tercatat dalam kloter SOC 62 melalui embarkasi Solo yang berangkat pada 12 September 2015 lalu. Rita berada satu rombongan bersama enam tetangganya di Perumahan Mijen Permai.

Selain Rita, insiden Mina juga turut memakan satu korban mininggal, empat korban luka-luka dan dua satu korban masih hilang.

“Yang saat ini masih hilang kebetulan Ketua RW sini namanya Pak Kalimin. Sementara yang empat selamat saat ini ada di rumah sakit Makkah. Kebetulan itu masih kerabat Pak Kalimin, ” kata dia.

Keluarga kini mengaku ikhlas setelah mengetahui kabar bahwa Rita menjadi korban tragedi Mina. Selama tujuh hari mendatang rumah duka di Semarang akan menggelar doa dan tahlil untuk almarhumah.

“Harapan kami, beliau khusnul khotimah dan termasuk golongan juhada yang wafat di jalan Allah, ” imbuh Santika.

Firasat buruk

Sementara itu, Rita Kusumawati (44), adik kandung korban mengaku, pernah mendapatkan firasat sebelum kakaknya wafat di Tanah Suci. Suatu ketika saat korban bersamanya melakukan ziarah kubur orangtuanya di Lombok, korban menginginkan memakai baju hitam saat ibadah haji.

“Sempat bilang kalau mau pakai baju hitam. Beliau memang suka sekali baju hitam. Meskipun pas meninggal pakai baju ihram warna putih,” ujar wanita yang tinggal di Yogyakarta itu.

Selama hidupnya, korban dikenal baik dan sangat aktif melakukan aktivitas sosial di lingkungan tempat tinggalnya. Bahkan korban memiliki hoby yang cukup banyak seperti bermusik dan membatik.

“Kakak saya juga hobi traveling dan usaha peternakan ayam. Orangnya aktif dan semua kegiatan diikuti, ” kenang dia seraya menambahkan bahwa korban seharusnya pulang ke Tanah Air pada 22 Oktober 2015 mendatang.

Korban berangkat haji setelah menunggu lima tahun lamanya. Awalnya, korban hendak berangkat haji bersama suaminya Agus Wahyudi. Namun sang suami telah meninggal dunia pada 2012 lalu. Wafatnya korban kini meninggalkan tiga orang anak, dua perempuan dan satu laki-laki.

sumber: VIVA.co.id


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.