Beranda Ekonomi China Garap Kereta Cepat, Pemerintah Diminta Super Hati-hati

China Garap Kereta Cepat, Pemerintah Diminta Super Hati-hati

85
0
Sebarkan
KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYAT  Karyawan PT KAI melihat China Railway High-Speed atau Bullet Train (Kereta Peluru) di Stasiun Tianjin di Distrik Hedong, Hebei, China, Senin (25/3/2013). Sejak 2008, stasiun ditempati kereta berkecepatan 300 km per jam yang mampu menempuh jarak 1.500 kilometer dari Beijing ke Shanghai dalam tempo lima jam.
KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYAT
Karyawan PT KAI melihat China Railway High-Speed atau Bullet Train (Kereta Peluru) di Stasiun Tianjin di Distrik Hedong, Hebei, China, Senin (25/3/2013). Sejak 2008, stasiun ditempati kereta berkecepatan 300 km per jam yang mampu menempuh jarak 1.500 kilometer dari Beijing ke Shanghai dalam tempo lima jam.

Jakarta, sewarga.com – Pengamat Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno mengimbau pemerintah berhati-hati terkait proyek kereta cepat yang akan digarap China.

Djoko menyebutkan, kereta cepat Jepang lebih baik dibandingkan China. Dari data Masyarakat Transportasi Indonesia, kereta cepat China sudah menghilangkan nyawa 40 orang di 2011, sedangkan Jepang dengan Shinkansennya tidak pernah terjadi kecelakaan.

“Harus diakui, jika memilih Jepang sudah teruji tentang keselamatannya. Sementara dari Tiongkok harus super hati-hati,” ujar Djoko seperti dikutip Tribunnews.com, Senin (5/10/2015).

Djoko mengatakan,  pemerintah harus minta garansi bahwa produk yang dibangun, minimal kualitasnya harus standar yang digunakan di China. “Harus grade A atau kualitas kelas 1 seperti yang dipakai mereka di Tiongkok,” papar Djoko.

Dia menyebutkan,  China bersedia membangun kereta cepat dengan harga yang sesuai kemampuan keuangan konsorsium BUMN. Namun, sebut dia, sisi buruknya kualitas kereta cepat yang dibangun juga sesuai dengan harga dibayarkan.

“Penyakitnya, Tiongkok kalau ditawar harga berapapun tetap bisa mereka buatkan. Tapi sudah down grade seperti yang terjadi pada pembangkit listrik zaman SBY, banyak yang nyolong spek sehingga kapasitas berkurang saat dioperasikan,” kata Djoko.

sumber: Tribunnews.com


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.