Beranda Ekonomi Menteri BUMN: 75% Modal Proyek Kereta Cepat Pinjam Perbankan

Menteri BUMN: 75% Modal Proyek Kereta Cepat Pinjam Perbankan

125
0
Sebarkan
KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYAT  Karyawan PT KAI melihat China Railway High-Speed atau Bullet Train (Kereta Peluru) di Stasiun Tianjin di Distrik Hedong, Hebei, China, Senin (25/3/2013). Sejak 2008, stasiun ditempati kereta berkecepatan 300 km per jam yang mampu menempuh jarak 1.500 kilometer dari Beijing ke Shanghai dalam tempo lima jam.
KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYAT
Karyawan PT KAI melihat China Railway High-Speed atau Bullet Train (Kereta Peluru) di Stasiun Tianjin di Distrik Hedong, Hebei, China, Senin (25/3/2013). Sejak 2008, stasiun ditempati kereta berkecepatan 300 km per jam yang mampu menempuh jarak 1.500 kilometer dari Beijing ke Shanghai dalam tempo lima jam.

Jakarta, sewarga.com – Pembangunan proyek kereta cepat (high speed train) Jakarta-Bandung tetap berjalan dengan menggunakan skema kerjasama business to business (B to B) antara konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan konsorsium Tiongkok.

Menteri BUMN, Rini Soemarno mengatakan pendanaan proyek kereta cepat yang berasal dari permodalan konsorsium BUMN dan Tiongkok hanya sebesar 25 persen. Dari 25 persen tersebut, porsi konsorsium BUMN yakni 60 persen, sementara konsorsium Tiongkok mengambil porsi 40 persen.

“25 persen memang ekuitas. Dari porsi tersebut 60 persen adalah konsorsium BUMN Indonesia dan 40 persen konsorsium Tiongkok. Dari 60 persen itu ada WIKA, PTPN VIII, PT KAI dan Jasa Marga,” terang Rini dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2015).

Sedangkan sisanya 75 persen dari pinjaman perbankan. Rini mengatakan pinjaman tersebut diberikan dengan jangka waktu (tenor) 60 tahun tanpa jaminan pemerintah.

Sebagai informasi, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ditaksir akan memakan biaya sekitar USD5,5 miliar atau setara dengan Rp77 trilliun (kurs 14.000) untuk membangun kereta cepat.

sumber: Berbagai sumber


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.