Beranda Nasional 18 Dokter Ahli Disiapkan untuk Identifikasi Korban Pesawat Aviastar

18 Dokter Ahli Disiapkan untuk Identifikasi Korban Pesawat Aviastar

69
0
Sebarkan
Foto: KOMPAS.com/Hendra Cipto Polda Sulselbar menyiapkan 18 dokter ahli dan lokasi identifikasi korban pesawat Aviastar di RS Bhayangkara, Makassar.
Foto: KOMPAS.com/Hendra Cipto
Polda Sulselbar menyiapkan 18 dokter ahli dan lokasi identifikasi korban pesawat Aviastar di RS Bhayangkara, Makassar.

Makassar, sewarga.com – Polda Sulselbar menyiapkan 18 dokter untuk mengidentifikasi para korban pesawat Aviastar yang hilang kontak pada Jumat (2/10/2015) lalu. Langkah ini dilakukan setelah pesawat Twin Otter milik maskapai itu dipastikan jatuh dan ditemukan di Gunung Latimohong, Senin (5/10/2015). Seluruh kru dan penumpang yang berjumlah 10 orang juga dinyatakan tewas.

Kepala Dokter Kesehatan (Kadokkes) Polda Sulselbar, Komisaris Besar Polisi dr R Harjuno, menyatakan kesiapannya menerima jenazah pesawat Aviastar. Berdasarkan laporan yang diterimanya, tiga orang kru dan tujuh orang penumpang dinyatakan meninggal.

“18 orang dokter ahli sudah disiapkan. Dokter ini dari RS Bhayangkara dibantu dari dokter Universitas Hasanuddin (Unhas). Selain itu juga, 5 orang tim medis sudah berada di Posko Gamaru untuk olah TKP dan membawa jenazah ke RS Bhayangkara,” kata Harjuno kepada wartawan saat menggelar konfrensi persnya, Selasa (6/10/2015) dinihari.

Harjuno menjelaskan, setelah dilakukan labelisasi, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara. Di RS Bhayangkara lah baru dilakukan identifikasi dengan mencocokkan data postmortemdengan data antemortem para korban.

“Setelah kedua data itu dicocokkan, barulah jenazah bisa diidentifikasi. Ya kalau jumlah tim dokter dengan jumlah 10 orang jenazah, diperkirakan identifikasi bisa rampung kurang dari dua hari,” ucapnya.

Harjuno mengungkapkan, biasanya kesulitan melakukan identifikasi dikarenakan jenazah sudah dalam keadaan rusak. Rusaknya jenazah disebabkan lamanya waktu jenazah itu ditemukan, ditambah lagi dengan waktu evakuasi tidak sedikit.

“Kalau informasi yang saya peroleh, dari TKP menuju posko Gaharu berjalan kaki memakan waktu satu setengah hari. Ditambah jenazah sudah berapa hari di lokasi. Tapi bisa diidentifikasi cepat, jika sidik jarinya masih utuh atau kontur gigi masih jelas. Jika sudah rusak, bisa memakan waktu satu sampai dua minggu untuk dilakukan tes DNA,” ucapnya.

Dokter Forensik Biddokkes Polda Sulselbar, Komisaris Polisi (Kompol) dr Mauluddin menambahkan, tim dokter yang disiapkan terdiri dari dokter ahli, yakni ahli forensik, ahli gigi forensik, ahli bedah tulang (ortopedi), Inavis dan Lafor.

“Dokter Forensek dari RS Wahidin 1 orang, RS Labuangbaji 1 orang, RS Bhayangkara 2 orang, RS Unhas 4 orang. Dokter ahli gigi forensik dari RS Unhas 3 orang dan RS Bhayangkara 3 orang. Dokter ahli ortopedi dari RS Bhayangkara 2 orang dan tim Inavis Polda Suselbar untuk sidik jari berjumlah 5 orang. Kalau dari Labfor Polri cabang Makassar terdiri 1 tim berjumlah 5 orang. Tim Labfor ini mengidentifikasi benda-benda pada penumpang,” kata Mauluddin.

sumber: kompas.com
Penulis: Hendra Cipto


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.