Beranda Nasional Evakuasi Korban Aviastar Dipercepat

Evakuasi Korban Aviastar Dipercepat

108
0
Sebarkan
im SAR mempersiapkan peti jenazah yang akan digunakan untuk mengevakuasi korban jatuhnya pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM. (Foto:Antara/Yusran Uccang)
im SAR mempersiapkan peti jenazah yang akan digunakan untuk mengevakuasi korban jatuhnya pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM. (Foto:Antara/Yusran Uccang)

Makassar, sewarga.com – Polda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mempercepat proses evakuasi korban pesawat PKBRM/DHC6 milik Aviastar. Semua jenazah akan dibawa ke posko ante mortem DVI.

Kapolda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar bersama Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar dan rombongan tiba di Kabupaten Luwu, Sulsel untuk melakukan proses evakuasi jenazah penumpang Aviastar.

“Pagi tadi rombongan Kapolda dan Pangdam berangkat menggunakan helikopter jenis Dolphin ke Luwu untuk proses evakuasi. Sekarang sudah tiba di Luwu, kami harap proses evakuasi bisa dipercepat,” kata Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Makassar, Selasa (6/10/2015).

Rombongan terbang menggunakan helikopter Dolphin AS365 N3 P-3103 milik Polri. Mereka mendarat di Lapangan SMP Rante Lajang, Ulusalu, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Rombongan harus melanjutkan perjalanan darat sekitar 4 jam untuk mencapai lokasi penemuan pesawat Aviastar di ketinggian 7.000 kaki atau sekitar 2,1 kilometer.

“Kami berharap semoga proses evakuasi semua jenazah bisa berjalan lancar dan cepat dibawa ke posko ante mortem DVI,” kata Frans seperti dikutip Antara.

Ia menjelaskan, pesawat Aviastar yang ditemukan Kapolres Luwu AKBP Adex Yudiswan bersama warga dan tim SAR gabungan itu sudah hancur.

Pesawat Aviastar hilang kontak sekitar pukul 14.36 WITA dalam perjalanan menuju Makassar, 11 menit setelah lepas landas dari Bandara Andi Jemma, Masamba, Jumat 2 Oktober. Pesawat tersebut mengangkut 10 penumpang.

Pesawat jenis PKBRM/DHC6 milik Aviastar dengan nomor penerbangan MV 7503 dinakhodai Capt Iri Afriadi dengan Co Pilot Yudhistira serta teknisi Sukris. Ada tujuh penumpang di dalamnya, yakni Nurul Fatimah, Lisa Falentin, Riza Arman, Sakhi Arqam, M. Natsir, Afif (bayi 1 tahun), Raya Adawiah (balita 3 tahun).

sumber: Metrotvnews.com


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.