Beranda Ekonomi Kepastian Kenaikan Suku Bunga AS Berkurang Buat Rupiah Menguat

Kepastian Kenaikan Suku Bunga AS Berkurang Buat Rupiah Menguat

107
0
Sebarkan
Menkeu Bambang Brodjonegoro -- Foto: Reuters Darren
Menkeu Bambang Brodjonegoro — Foto: Reuters Darren

Jakarta, sewarga.com –┬áPergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) mulai mengalami penguatan, bahkan nilai tukar rupiah ditutup di level Rp14.200 per USD pada penutupan perdagangan sore ini. Penguatan ini diperkirakan akibat mengecilnya sentimen negatif yang beberapa waktu lalu terus menekan nilai tukar rupiah.

Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro, penguatan nilai tukar rupiah termasuk mata uang negara lain yang dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi dunia terutama isu mengenai kenaikan suku bunga AS sudah tidak ramai diperbincangkan.

Dalam hal ini, lanjut Bambang, investor di pasar keuangan melihat kemungkinan bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga di tahun ini semakin kecil. Diharapkan, kondisi penguatan ini terus terjadi dan nantinya memiliki dampak positif terhadap aktivitas perekonomian.

“Kepastian AS untuk naikkan tingkat bunga makin kecil tahun ini. Nah, itu yang membuat semua mata uang menguat, rupiah yang memang undervalued juga menguat demikian juga bursa saham kita,” jelas Bambang, ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2015).

Bambang berpendapat, penguatan nilai tukar rupiah ini akan terus bertahan hingga ketidakpastian datang kembali pada tahun depan di mana diprediksi AS bakal menaikkan tingkat suku bunganya pada 2016 dengan melihat data perbaikan penyerapan tenaga kerja mereka.

“Sampai isu kenaikan the Fed muncul lagi. Kalau sekarang isunya hilang dulu. Rencana menaikkan suku bunga mungkin tahun ini enggak terlalu. Tahun depan mungkin isunya ada lagi,” ungkap Bambang.

Lebih jauh mantan Dekan Ekonomi UI ini menambahkan, selain ketidakpastian suku bunga AS yang makin surut, pengaruh lain yang membuat nilai tukar rupiah terus menguat yakni menurunnya kebutuhan USD di dalam negeri. “Enggak ada permintaan luar biasa untuk USD dari dalam negeri,” pungkasnya.

sumber: Metrotvnews.com


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.