Beranda Ekonomi OJK-Ditjen Pajak Duduk Bareng Bahas Masalah Repo

OJK-Ditjen Pajak Duduk Bareng Bahas Masalah Repo

162
0
Sebarkan
Ilustrasi OJK. (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)
Ilustrasi OJK. (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)

Padang, sewarga.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui tengah duduk bersama dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak agar setiap transaksi gadai efek atau repurchase agreement (repo) terhindar dari pembayaran pajak yang berlipat.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, pemindahan kepemilikan efek melalui repo terdapat proses jual dan beli. Maka dari itu, OJK akan mengusulkan semua transaksi masih dalam satu kesatuan, agar mendapatkan keringanan pajak.

“Kami sedang usulkan, agar kena satu kali pajaknya. Karena perjanjiannya dibeli untuk diijual kembali. Nah saat ini masih dalam pembahasan,” kata Nurhaida, seperti diberitakan Selasa (6/10/2015).

Pembahasan pajak tersebut, kata Nurhaida, masuk ‎ke dalam penyusunan Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) tentang Pedoman Repo dengan Menggunakan Global Master Repurchase Agreement (GMRA) Indonesia Annex.

Dengan adanya GMRA, menurut Nurhaida, bisa mendapatkan kepastian hukum terkait repo. Bahkan, aturan global yang digunakan bisa menjadi acuan dengan kebijakan hukum yang ada di dalam negeri, salah satunya terkait masalah pajak.

‎”Repo banyak terjadi, tapi belum berkembang. Jika ada standar sama, jadi bisa dipahami lebih baik. Pemodal global pun tidak lagi mempertanyakan,” jelas Nurhaida.

Di tempat yang sama‎, Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 2B OJK Yunita Linda Sari menambahkan, aturan perpajakan masih terdapat kesulitan agar transaksi menjadi satu kesatuan. Namun, saat ini pihaknya tengah menghitung perhitungan pajak.

Dalam undang-undang (UU) perpajakan, lanjut Yunita, sudah tertulis jelas bahwa setiap perpindahan kepemilikan dan perubahan nilai harga dapat diartikan hanya satu kali transaksi saja.

“Dari dasar itu, pajak memiliki peluang untuk mengenakan sebanyak dua kali. Baik transaksi beli maupun jual kembali. Harapan ke depan, aturan ini dapat dituntaskan pada akhir tahun,” pungkas Yunita.

Seperti diketahui, repo adalah transaksi jual efek dengan janji beli kembali pada waktu dan harga yang telah ditetapkan. Sementara reverse repurchase agreementatau reverse repo adalah transaksi beli efek dengan janji jual kembali pada waktu dan harga yang telah ditetapkan.

sumber: Berbagai sumber


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.