Beranda Nasional Bahas Asap, Pimpinan DPR Undang Tiga Menteri “Coffee Morning”

Bahas Asap, Pimpinan DPR Undang Tiga Menteri “Coffee Morning”

82
0
Sebarkan
Ketua DPR RI Setya Novanto meninggalkan Wisma Negara setelah menemui Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan, Jakarta, Kamis (15/1/2015). Setya menemui Luhut untuk mengantarkan surat keputusan Sidang Paripurna DPR RI yang menyetujui pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan yang tengah ditetapkan tersangka oleh KPK, untuk menjadi Kapolri. (Foto TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
Ketua DPR RI Setya Novanto meninggalkan Wisma Negara setelah menemui Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan, Jakarta, Kamis (15/1/2015). Setya menemui Luhut untuk mengantarkan surat keputusan Sidang Paripurna DPR RI yang menyetujui pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan yang tengah ditetapkan tersangka oleh KPK, untuk menjadi Kapolri. (Foto TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Jakarta, sewarga.com – Pimpinan DPR RI mengundang Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, dan Menteri Kesehatan Nila F Moloek untuk mengikuti coffee morningdi Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/10/2015) pukul 09.00 WIB.

Rencananya pertemuan ini akan membicarakan bencana kebakaran hutan dan kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan.

“Kita ingin mendengar apa yang sudah dilakukan pemerintah, khususnya kementerian terkait mengenai penanganan kabut asap ini,” kata Setya Novanto, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/10/2015) malam.

Selain diikuti oleh Pimpinan DPR, pertemuan juga rencananya akan dihadiri oleh perwakilan dari komisi-komisi terkait yang menangani kebakaran hutan. Akan hadir juga perwakilan dari Panja Asap yang sudah dibentuk oleh Komisi II DPR.

“Kita khawatir karena sudah banyak juga yang terkena dampak dari kabut asap,” kata Politisi Partai Golkar ini.

Setya Novanto berharap pertemuan ini bisa mendorong kinerja pemerintah untuk dapat segera mengatasi masalah asap yang tak kunjung selesai hingga saat ini. Dari sisi hukum, ia ingin agar pengusaha-pengusaha nakal yang sengaja membakar hutan ditindak tegas.

Sebaliknya, perusahaan-perusahaan yang bersih sebaiknya diajak bekerja sama oleh pemerintah untuk mengatasi kebakaran hutan dan kabut asap ini.

“Karena kalau hanya pemerintah, anggaran ini kan tidak mencukupi. Tetapi harus diselesaikan. Oleh karena itu kita harapkan juga partispasi para pengusaha dalam menyelesaikan persoalan ini,” ujar dia.

sumber: Berbagai sumber


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.