Selasa, 14 Agustus 2018
Beranda Nasional Cegah “Human Trafficking”, Pemkab SBD Gandeng Kemnaker Gelar Pelatihan Wirausaha

Cegah “Human Trafficking”, Pemkab SBD Gandeng Kemnaker Gelar Pelatihan Wirausaha

102
0
Sebarkan
Ilustrasi TKI
Ilustrasi TKI

Jakarta, sewarga.com – Untuk mencegah terus terjadinya perdagangan manusia (human trafficking), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya (SBD) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembinaan Penempatan dan Perlindungan (Binapenta) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan NGO Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia melakukan pendidikan dan pelatihan wirausaha untuk masyarakat SDB.

Pembukaan pendidikan dan pelatihan wirausaha itu dimulai di Tambolaka, Kamis (15/10). Acara itu dibuka oleh Bupati SBD, Markus Dairo Talu, didampingi oleh mantan Dirjen Binapenta Kemnaker, Reyna Usman di Tambolaka. Pendidikan dan pelatihan untuk 60 orang peserta tahap pertama ini adalah menjahit, tatarias, salon kcantikan, dan otomotif.

Instruktur dalam acara adalah orang-orang terampil yang mengikuti pendidikan khusus instruktur di Solo, Jawa Tengah.

“Diharapkan program seperti ini mendapatkan perhatian dan bantuan yang berkelanjutan dari pusat untuk dikembangkan di kantong-kantong TKI sehingga darurat human trafficking dapat diatasi secara lebih baik dan dilakukan kajian yang komprehensif dalam rangka mencari solusi terbaik,” kata Markus Dairo Talu via telepon kepada SP, Jumat (16/10) siang.

Peserta pendidikan dan pelatihan angkatan kerja tersebut di antaranya tata rias sebanyak 20 peserta, kursus menjahit sebanyak 20 peserta, dan 15 peserta kursus otomotif (perbengkelan).

Pelatihan tersebut sekaligus akan ditindaklanjuti dengan dengan alat dan bantuan modal stimulan dari Kemnaker bagi para peserta untuk bisa memulai usahanya secara mandiri setelah mendapatkan keterampilan dari pelatihan tersebut.

Markus mengatakan, melalui pendidikan dan pelatihan seperti itu diharapkan memberikan keterampilan bagi generasi muda pencari kerja dan diharapkan dengan keterampilan yang ada bisa berguna bagi diri sendiri dan keluarga.

“Dengan pelatihan seperti itu bisa mengembangkan ketrampilan untuk membuka lapangan kerja secara mandiri dengan keterampilan yang dimiliki,” kata dia.

Sementara Reyna Usman, mengatakan, pihaknya berharap para peserta yang bisa mengikuti pendidikan dan pelatihan itu selanjutnya bisa menularkannya kepada kaum muda yang lain yang belum mendapatkan pekerjaaan sehingga angka penggangguran di Kabupaten SBD bisa dikurangi.

Menurut Reyna, pada tahun mendatang akan semakin banyak pendidikan dan pelatihan seperti itu, sebagai salah satu upaya mengurangi pengiriman TKI keluar dari SBD dan juga sebagai upaya menyiapkan tenaga kerja yang berkualitas yang siap untuk bekerja di luar negeri atau pun dalam negeri.

Reyna mengatakan, upaya yang dilakukan oleh Kemnaker melalui Ditjen Binapenta adalah melakukan pemberdayaan agar tidak ada angkatan kerja dalam masa produktif yang menganggur.

Dengan adanya latihan tersebut, kata dia, diharapkan para peserta kursus bisa mandiri untuk menciptakan lapangan usaha sendiri berdasarkan keterampilan yang telah didapat melalui pelatihan itu.

Ia mengatakan, program pelatihan tersebut akan didampingi selama tiga tahun dan para instruktur merupakan profesional yang telah dilatih selama delapan bulan di Solo dan benar-benar terlatih untuk membimbing para tenaga kerja menguasai keterampilan.

Reyna mengatakan, setelah dalam pengamatannya ada potensi-potensi lain di SBD yang bisa juga optimal digali untuk dikembangkan di SBD oleh karena itu Kemnaker di tahun depannya akan lebih memperhatikan SBD dengan mengadakan program padat karya untuk melibatkan anak-anak muda untuk dilatih dalam bidang pengerjaan infrastruktur. Hal ini penting untuk membantu pembangunan daerah melalui potensi tenaga lokal yang ada potensi di SBD yakni jambu mete yang besar.

“Ke depannya akan diperhatikan untuk dilatih pengembangan pengolahan jambu mete,” kata Reyna.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia, Gabriel Goa, yang juga hadir dalam acara pelatihan itu, mengatakan, kegiatan pelatihan seperti itu merupakan salah satu solusi mencegah terjadinya trafficking terhadap tenaga kerja Indonesia. Selanjutnya dia mengatakan bahwa perlu ada transparansi terhadap pengawasan terhadap tenaga kerja dari hulu ke hilir dan mengawasi perusahaan TKI swasta (PTKIS) yang ada.

Selanjutnya, kata dia, Padma akan mendorong pembangunan Layanan Satu Atap bagi pengurusan tenaga kerja di NTT dan akan dimulai dari SBD.

sumber: Suara Pembaruan

 


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.
Yes No