Beranda Ekonomi Kemperin Pacu Daya Saing Industri Alkes Nasional

Kemperin Pacu Daya Saing Industri Alkes Nasional

46
0
Sebarkan
Menteri Perindustrian Saleh Husin (Antara/Muhammad Adimaja)
Menteri Perindustrian Saleh Husin (Antara/Muhammad Adimaja)

Jakarta, sewarga.com – Alat kesehatan (alkes) merupakan salah satu komponen penting di samping tenaga medis dan obat dalam sarana pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, selain mendorong penggunaan produk dalam negeri, Kementerian Perindustrian (Kemperin) juga terus memacu pengembangan industri alat kesehatan nasional agar menghasilkan produk yang berkualitas sehingga mampu berdaya saing dengan produk impor.

“Produk alkes memiliki pangsa pasar yang sangat besar. Pada tahun 2013, pasar alkes di Indonesia mencapai Rp 7 triliun. Untuk itu, pelaku industri dalam negeri di sektor tersebut diharapkan mampu menangkap peluang itu sehingga mengurangi masuknya produk alkes impor,” kata Menteri Perindustrian, Saleh Husin, dalam sambutannya yang dibacakan staf ahli Menperin Bidang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Dharma Budhi pada acara Pencanangan Gerakan Cinta Alat Kesehatan Produk Dalam Negeri di Jakarta, Jumat (16/10) sebagaimana dalam siaran pers yang diterima SP Jumat malam.

Kegiatan yang mengusung tema “Strategi dan Upaya Meningkatkan Industri Alat Kesehatan Dalam Negeri Melalui Koordinasi Lintas Sektor” dihadiri juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek.

Selama ini Kementerian Perindustrian menerapkan kebijakan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) untuk alkes, di mana produk tersebut wajib mencantumkan syarat nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN). “Kami mengharapkan target penggunaan produk alkes dalam negeri meningkat menjadi 30% untuk produk-produk medical disposable dan hospital furniture,” ujar Menperin.

Ditambahkannya, dalam pengadaan alkes, pemerintah akan menggunakan sistem e-cataloguedengan mengutamakan produk dalam negeri. Sebanyak 65 produsen di dalam negeri telah mampu memproduksi alkes, yang meliputi hospital bed, hospital furniture, kursi roda, stethoscope, alat pengukur tekanan darah, peralatan suntik dan infus, bahan kimia laboratorium, peralatan P3K, sarung tangan, peralatan uji laboratorium, serta inkubator dan incinerator.

“Pada umumnya mereka berstatus perusahaan besar. Pasalnya untuk bisa beroperasi, produsen alkes harus memenuhi standar mutu dan produksi. Mereka tergabung dalam Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki),” tutur Menperin. Ia juga  menyampaikan data Aspaki yang memperkirakan perputaran bisnis alkes setiap tahun tumbuh sekitar 10-12% karena terdorong dari membaiknya daya beli masyarakat akibat adanya peningkatan kesadaran akan kesehatan.

 

sumber: Suara Pembaruan


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.