Beranda Nasional Menteri Hanif: Paket Kebijakan Ekonomi Bakal Naikkan Kesejahteraan Buruh

Menteri Hanif: Paket Kebijakan Ekonomi Bakal Naikkan Kesejahteraan Buruh

46
0
Sebarkan
Massa buruh berunjuk rasa di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (1/9/2015). Mereka menolak buruh asing dan menuntut kenaikan upah serta menolak ancaman PHK. (Foto KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)
Massa buruh berunjuk rasa di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (1/9/2015). Mereka menolak buruh asing dan menuntut kenaikan upah serta menolak ancaman PHK. (Foto KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)

Jakarta, sewarga.com –┬áMenteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meyakini paket kebijakan pemerintah soal ekonomi akan menaikkan kesejahteraan buruh. Setidaknya ada tiga bentuk kebijakan yang akan berdampak langsung bagi kesejahteraan buruh.

“Kebijakan upah minimum dengan sistem formula itu hanya salah satu dari kebijakan meningkatkan kesejahteraan pekerja dan juga masyarakat yang belum bekerja. Intinya, negara hadir secara komprehensif, bukan hanya soal upah, tapi juga kebijakan lain,” ujar Hanif melalui keterangan tertulis, Jumat (16/10/2015).

Menurut Hanif, pemerintah mengambil kebijakan dalam bentuk pemberian jaring pengaman melalui kebijakan upah minimum dengan sistem formula. Dalam hal ini, pemerintah memastikan pekerja buruh tidak jatuh ke dalam upah murah. Dipastikan upah buruh akan naik setiap tahun dengan besaran kenaikan yang terukur.

Selain itu, pemerintah berupaya melakukan pengurangan beban pengeluaran hidup melalui kebijakan sosial, seperti jaminan pendidikan, jaminan sosial, perumahan bagi buruh, transportasi buruh, hingga kredit usaha rakyat (KUR) yang bisa dimanfaatkan oleh buruh dan korban pemutusan hubungan kerja.

Kemudian, pemerintah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap berlangsungnya dialog sosial antara pengusaha dan buruh di dalam perusahaan. Hal ini dinilai sebagai kunci kesejahteraan buruh, terkait penerapan struktur dan skala upah, di mana upah diperhitungkan dengan mempertimbangkan masa kerja, jabatan/golongan, pendidikan, kompetensi, dan prestasi atau produktivitas.

sumber: Berbagai sumber


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.