Beranda Nasional Nasdem: Inilah Makna Restorasi, Membuang yang Tidak Baik

Nasdem: Inilah Makna Restorasi, Membuang yang Tidak Baik

44
0
Sebarkan
Mantan Sekjen Partai Nasdem, Patrice Rio Capella, tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa dengan tersangka Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pudjo Nugroho, Jumat (16/10/2015). Rio diperiksa usai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait dugaan kasus korupsi dana bansos. (Foto Tribunnews/Herudin)
Mantan Sekjen Partai Nasdem, Patrice Rio Capella, tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa dengan tersangka Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pudjo Nugroho, Jumat (16/10/2015). Rio diperiksa usai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait dugaan kasus korupsi dana bansos. (Foto Tribunnews/Herudin)

Jakarta, sewarga.com – Ketua DPP Partai Nasdem Martin Manurung mengatakan, sejak awal Nasdem memberikan perhatian terhadap proses pemberantasan korupsi. Sehingga, ketika ada anggotanya yang diduga terlibat kasus korupsi, maka akan langsung mengundurkan diri.

“Partai Nasdem dengan tegas menyatakan mendukung pemberantasan korupsi yang ada di Indonesia. Inilah yang membedakan Nasdem dengan partai lainnya,” kata Martin dalam keterangannya, Jumat (16/10/2015).

Ia mengatakan, Nasdem tidak akan memberikan toleransi apapun terhadap anggotanya yang disangka korupsi.

Bahkan, kata dia, partai tidak akan memberikan perlindungan apapun kepada mereka yang terjebak kasus itu.

“Inilah makna restorasi yang sesungguhnya. Dengan membuang yang tidak baik dan mempertahankan yang baik,” ujarnya.

Lebih jauh, Martin mengapresiasi langkah pengunduran diri Patrice Rio Capela sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Nasdem. Rio mundur setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sebelumnya, OC Kaligis juga mengundurkan diri sebagai Ketua Mahkamah Partai Nasdem setelah terjerat kasus korupsi.

“Inilah sikap gentleman, yang menunjukkan contoh baik kepada kader Partai Nasdem lainnya, maupun kepada politisi lain bagaimana seharusnya bersikap ketika tersandung masalah hukum,” kata dia.

KPK menetapkan Patrice sebagai tersangka karena dia diduga menerima hadiah atau janji terkait dengan pengamanan perkara dugaan korupsi yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara (nonaktif) Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti.

Kasus yang menjadikan Rio sebagai tersangka ini bermula dari pengusutan yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Sumut dan Kejaksaan Agung terhadap Gatot dalam perkara dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos).

Gatot dan istrinya lalu meminta bantuan Rio dan pengacara yang juga mantan Ketua Mahkamah Partai Nasdem, OC Kaligis.

KPK menduga Rio menerima suap untuk mengamankan perkara dugaan korupsi yang dilakukan Gatot.

sumber: kompas.com


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.