Beranda Ekonomi Tiket Rp 200 Ribu, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rampung 2018

Tiket Rp 200 Ribu, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rampung 2018

55
0
Sebarkan
Pengunjung mengamati miniatur kereta cepat dalam Pameran Kereta Cepat Dari Tiongkok di Jakarta, Kamis (13/8). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Pengunjung mengamati miniatur kereta cepat dalam Pameran Kereta Cepat Dari Tiongkok di Jakarta, Kamis (13/8). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Jakarta, sewarga.com – Perusahaan konsorsium pelat merah PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) menargetkan proyek pembangunan kereta cepat (Highspeed Railway/ HSR) Jakarta-Bandung bisa rampung pada akhir tahun 2018. Adapun peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek akan dilakukan di Walini, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat pada 9 November 2015 mendatang.

Sebelumnya, PSBI merupakan perusahaan patungan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan porsi kepemilikan 38 persen, PT Kereta API Indonesia (KAI) dengan porsi kepemilikan 25 persen, PT Perkebunan Nusantara VIII dengan porsi kepemilikan 25 persen, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan porsi kepemilikan 12 persen.

“Jadi first quarter 2019 kereta cepat (Jakarta-Bandung) ini sudah mulai bisa beroperasi,” kata Chairman PSBI merangkap Staf Khusus Menteri BUMN Sahala Lumbangaol dalam acara penandatangan joint venture di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (16/10).

Untuk tahap awal, ungkap Sahala, pada jalur sepanjang 140 km itu akan dibangun lima stasiun baru yaitu di kawasan Halim Perdanakusuma (Jakarta), Karawang (Jawa Barat), Walini (Jawa Barat), Kopo (Jawa Barat), dan Gede Bage (Jawa Barat). Rencananya, harga tiket akan dibanderol di kisaran Rp 200 — Rp 220 ribu per penumpang.

Ia menambahkan, kecepatan operasional kereta diperkirakan ada di kisaran 250 — 300 km per jam. Menurutnya, teknologi yang tinggi memungkinkan kereta cepat bisa menaik-turunkan kecepatan dengan kilat.

“Teknologinya hebat, dia (kereta) tidak menunggu setengah jam baru berhenti , tapi tiga menit bisa langsung berhenti,” kata Sahala.

Terkait dengan pembiayaan proyek, Sahala mengungkapkan sekitar 75 persen dari nilai total proyek yang ditaksir mencapai US$ 5,5 miliar ini akan dibiayai oleh pinjaman dari China Development Bank (CDB) kepada anak usaha gabungan (joint venture/ JV) BUMN RI-China, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Sementara itu, sebanyak 25 persen sisanya berasal dari modal anak usaha gabungan itu. Sebagai informasi, hari ini, PSBI dan China Railway International Co. Ltd telah menyepakati pembentukan anak usaha gabungan untuk pembangunan dan penyelenggaraan layanan kereta cepat Jakarta-Bandung. Adapun porsi pemilikan PSBI adalah 60 persen sedangkan 40 persen sisanya dipegang oleh perusahaan Tiongkok.

sumber: Berbagai sumber


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.