Beranda Nasional Warga Malang Cari Ikan di Sungai Malah Dapat Buaya

Warga Malang Cari Ikan di Sungai Malah Dapat Buaya

285
0
Sebarkan
Foto: Muhammad Aminudin
Foto: Muhammad Aminudin

Malang, sewarga.com – Niat hati menjaring ikan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, namun warga Desa Suko, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, ini malah dapat buaya. Hiii..

Hasil tangkapan Rohim (45), sontak menyulut perhatian warga. Bahkan penemuan buaya berukuran 1 meter itu menjadi tontonan anak-anak dan warga. Hingga kini, Rohim hanya memasukkan buaya di bak mandi dalam air tawar, di depan rumahnya.

Rohim mengaku buaya itu tertangkap jala saat dirinya mencari ikan di sungai mengalir untuk Bendungan Sutami. Mencari ikan dengan memancing atau menjala, jadi rutinitas Rohim sekeluarga. Hasil penjualan dijadikan modal memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya pikir ada apa, jala ikan bergetar keras. Ketika saya angkat ke permukaan ternyata buaya,” kenang Rohim di lokasi, Jumat (16/10/2015).

Kala itu bersama istrinya Nurmina (35), langsung memutuskan untuk membawanya pulang. Meski baru sekitar 2kg mendapatkan ikan.

Rohim pun berniat menjual buaya tersebut. Sebab, selama ada buaya dirinya selalu menyediakan ikan. “Harus sediakan ikan. Karena makannya ikan. Lah kami biasanya dapat untuk dijual,” keluh dia.

Meski sudah mengumumkan untuk dijual, namun hingga kini belum satupun orang datang membelinya. “Belum ada yang nawar,” tegasnya.

Di sisi lain, adanya buaya ini mengundang kebahagian bagi para siswa sekolah dasar. Gilang (12) siswa kelas VI SD Negeri 09 Suko mengaku setiap hari, sejak buaya itu ditemukan dan dipelihara di rumah Rohim, Gilang bersama rekan-rekannya mencuri waktu untuk sekedar melihat buaya tersebut.

“Kami selalu ke sini. Kalau bersenang, atau pas guru tidak masuk kelas, kamike sini,” kata Gilang. Senada Aurel dan Rina, dua siswa klas IV di sekolah yang sama tidak melewatkan kesempatan langka ini. Dua siswi lugu ini mengaku senang karena baru pertama melihat buaya. “Belum pernah melihat buaya om,” ujarnya kedua gadis itu.

Jarak sekolah para siswa ini hanya beberapa puluh meter saja. Mereka melihat hewan reptil raksasa ini bersama puluhan siswa lainnya dengan suka cita. Sekali-kali mereka berteriak atau lari menghindari, kala reptil yang masih kecil ini mengibaskan ekornya. Kondisinya tidak membahayakan pengunjung karena Rohim mengikat lehernya dengan tali.

sumber: detikcom


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.