Beranda Nasional Politisi PDI-P: Sikap Angkuh dan Arogan RJ Lino Sudah Keterlaluan

Politisi PDI-P: Sikap Angkuh dan Arogan RJ Lino Sudah Keterlaluan

74
0
Sebarkan
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II Richard Joost Lino dalam wawancara dengan Kompas.com di kantornya, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa 13/10/2015.(Foto kompas.com/IHSANUDDIN)
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II Richard Joost Lino dalam wawancara dengan Kompas.com di kantornya, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa 13/10/2015.(Foto kompas.com/IHSANUDDIN)

Jakarta, sewarga.com – Anggota Panitia Khusus Pelindo II Masinton Pasaribu mengatakan, pihaknya akan mendalami pernyataan angkuh Dirut Pelindo II RJ Lino yang disampaikan dalam wawancara khusus kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Menurut dia, Lino sudah bersikap angkuh karena tak merasa bersalah telah mengultimatum Presiden Joko Widodo saat ruangannya di geledah oleh Badan Reserse Kriminal Polri.

“Sikap angkuh dan arogan yang dipertontonkan oleh RJ Lino sudah keterlaluan dan sangat tidak beretika sebagai pejabat yang mengelola perusahaan milik negara (BUMN),”¬†kata Masinton dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Sabtu (17/10/2015).

“Bahkan Lino telah merendahkan beberapa pejabat Polri yang merupakan perwira tinggi aktif Mabes Polri yang sedang melaksanakan tugas penegakan hukum saat menyelidiki dugaan korupsi di Pelindo II,” tambah politisi PDI Perjuangan itu.

Parahnya lagi, lanjut dia, sikap semena-mena RJ Lino sebagai Dirut Pelindo II justru dibiarkan oleh atasannya.

Menteri BUMN Rini Sumarno hingga saat ini tidak pernah memberikan teguran ataupun peringatan dalam bentuk lisan maupun tertulis kepada Lino.

“Bahkan sikap dan pernyataan RJ Lino yg mengancam mundur dengan mengultimatum Presiden, dibiarkan oleh Menteri Rini,” kata Masinton.

Dalam waktu dekat, menurut dia, Pansus akan segera memanggil RJ Lino. Pansus akan mencecar tentang siapa saja yang membeking Lino selama ini. Rapat Pansus Pelindo II nantinya akan digelar secara terbuka kepada publik.

“Tidak ada perlakuan istimewa untuk Lino maupun Rini Sumarno,” ucap Anggota Komisi III DPR RI ini.

Lino sebelumnya mengaku tidak menyesal atas sikapnya yang sempat mengultimatum Presiden. Ia merasa mendapat dukungan dari Presiden setelah menyampaikan ultimatumnya itu.

Menurut RJ Lino, dukungan ini dapat dilihat dari efek setelah kejadian penggeledahan. Dia tetap aman di posisinya sebagai Dirut Pelindo II. Ini menyebabkan Lino membatalkan niatnya semula untuk mengundurkan diri.

Selain itu, tidak lama setelah kejadian, Komjen Budi Waseso dirotasi dari jabatan Kabareskrim, dan kini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional. Banyak yang mengaitkan rotasi itu dengan kasus Pelindo II yang ditangani Bareskrim.

RJ Lino pun tidak menampik mengenai kemungkinan itu.

“Saya di-support di mana-mana. Akhirnya polisi itu yang diganti, bukan saya. Belum tentu dia juga enggak benar. Namun, itu setidaknya menandakan, ‘Hey, this guy is doing correct‘ (Orang ini melakukan hal yang benar)’,” kata Lino.

sumber: kompas.com


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.