Beranda Dunia Islam ISIS dan Tujuan Politik Merkantilisme Global

ISIS dan Tujuan Politik Merkantilisme Global

265
7
Sebarkan

 

Kemunculan ISIS di dunia arab tidak hanya meresahkan kawasan arab dan sekitarnya, Negara-negara blok barat dan timur pun ikut ketar ketir akibat kedatangan ISIS di jazirah arab.

Hal ini di karenakan upaya penyatuan kekuatan “islam” di dalam satu bendera kekhalifahan yang di komandoi oleh abu bakar al Baghdadi beserta pasukannya di pertengahan 2014, yang mana dalam prediksi dunia internasional upaya ini akan mengancam wilayah kedaulatan Negara-negara lain dan berimbas pada sektor ekonomi global apabila sudah menjadi entitas yang besar.

Namun yang menarik untuk dipertanyakan adalah bagaimana sebenarnya sejarah kemunculan ISIS itu sendiri dan apa yang menjadi target point mereka?

Dalam beberapa sumber, gerakan ISIS bermula ketika pecahnya perang irak melawan amerika pada tahun 2003, pada saat itu ISIS masih berafiliasi dengan Al-qaeda dengan nama AQI (Al-qaeda of irak).

namun secara resmi ISIS menjadi sebuah kelompok independent dalam gerakannya ketika di komandoi oleh abu bakar al Baghdadi pada tanggal 29 juli 2014 dan mengumumkan diri menjadi sebuah kekhalifahan islam.

Kelompok ini dikenal sangat radikal dalam mencapai tujuannya dan cakap dalam memanfaatkan media, diantarnaya ketika video pemengalan salah satu warga asing yang di posting dan menjadi kecaman Negara-negara yang tergabung dalam PBB.

Secara umum misi yang berusaha mereka wujudkan adalah menjadikan seluruh pemerintahan dunia dalam naungan kekhalifahan “islam”.

Langkah strategis yang dilakukan antara lain  menginvasi beberapa wilayah Negara timur tengah -sampai sampai saat ini- dan melakukan propaganda melalui media agar mendapatkan simpatisan dari beberapa Negara berpenduduk islam di berbagai belahan dunia.

Namun dalam wacana yang berbeda keberadaan ISIS memunculkan banyak spekulasi tentang tujuan kelompok ini, di antaranya kalau boleh ber-opini adalah upaya untuk membuat sebuah politik merkantilisme.

Apa merkantilisme itu?

Merkantilisme secara umum adalah upaya untuk membuat dominasi atau monopoli terhadap beberapa sektor strategis, wabil khusus ekonomi.

Upaya semacam ini umum digunakan oleh beberapa Negara barat dan Negara-negara kapitalis lainnya. bila kita membaca tentang beberapa buku yang menceritakan tentang sejarah perkembangan kapitalisme global pasti akan ditemukan sintesa dari semua upaya imperialisme kolonial. namun untuk menjadi imperialis ataupun melakukan politik merkantilisme, sebuah Negara atau kelompok harus kuat secara basis militer terlebih dahulu. Kemudian baru melakukan invasi untuk menjalankan politik tersebut.

Apa korelasinya ISIS dengan merkantilisme? ISIS pertama bergerak berafiliasi dengan kelompok teroris yang sudah mempunyai nama besar di dunia internasional yaitu Al-qaeda, kemudian setelah mampu membangun basis pengikut, ISIS mendeklarasikan diri sebagai kelompok yang berusaha untuk mendirikan ke khalifahan islam kembali setelah post periode ke khalifahan turki utsmani, hal ini bertujuan untuk menarik simpati publik muslim secara umum agar turut bergabung.

Namun disini yang menjadi sorotan adalah wilayah penyebaran ISIS berada pada beberapa Negara yang mempunyai basis sumber daya alam melimpah.

Pertama Sebut saja irak, suriah dan sekitarnya, daerah ini adalah wilayah yang mempunyai sumber minyak besar yang kita ketahui sebagai sumber daya alam non terbarukan.

Apabila ISIS mampu menguasai basis-basis sumber daya alam tersebut secara penuh, tentu saja akan membuat tidak stabil perekonomian dunia yang mengandalkan minyak sebagai kebutuahan primer mereka dalam sektor industry dan sektor-sektor lain, apa yang di lakukan ISIS ini akan membuat sebuah gejolak ekonomi luar biasa dalam dunia global.

Akibatnya segala kemungkinan bisa saja terjadi, termasuk beberapa Negara yang mungkin secara sengaja harus membeli minyak tersebut kepada ISIS untuk mengamankan ekonomi dalam negeri mereka agar tetap stabil.

Dan disini ISIS akan dengan leluasa mengatur harga minyak dunia sebagai wujud politik merkantilisme mereka

Kedua, senada dengan apa yang disampaikan jendral Gatot Nurmantyo dalam acara Indonesian lawyers club (ILC) tentang oil peat theory, bahwasannya apabila sumber daya minyak itu semakin menipis maka sektor ekonomi akan beralih pada beberapa sektor produktif lain, misalkan tentang memanfaatkan tehnologi sebagai media untuk mengeruk uang, contoh pemanfaatan aplikasi untuk transportasi umum dan membeli sesuatu, seseorang tidak perlu datang ke pangkalan ojek atau harus ke toko untuk mendapatkannya, karena semuanya disediakan secara praktis oleh aplikasi yang tersedia.

Bukan hanya itu saja, semua investor akan melakukan investasi besar-besaran untuk membuat sumber daya alternative diantaranya adalah biodiesel.

Menjadi pertanyaan, kalau diatas disebutkan bahwa merkantilisme membutuhkan kekuatan besar dari segi militer dan kekuasaan, dimanakah Negara islam terbesar yang memiliki sumber daya hayati begitu melimpah sebagai bahan biodiesel? Indonesia dan beberapa Negara asia tenggaralah jawabannya.

ekspansi ISIS di wilayah asia tenggara sudah mewujud di marawi, Filipina. Di Negara ini ISIS menjadi kekuatan teroris besar yang secara terang-terangan menantang Negara Filipina dan berusaha merebut wilayah marawi.

Apakah hanya marawi saja? Tentu saja tidak, marawi hanyalah pintu masuk untuk membuat basis, tujuan utamanya adalah untuk mendekatkan diri pada simpatisan terbesar mereka yaitu di Negara Indonesia.

Indonesia adalah lahan basah yang bisa menjadi sumber kekuatan ISIS dalam segala sektor bila mampu dikuasai, penganut islam yang banyak dan sumber daya alam yang melimpah adalah alasan dari itu semua.

7 Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here