Beranda Bola Kisah pilu Si Andrea Milanisti berumur 12 tahun

Kisah pilu Si Andrea Milanisti berumur 12 tahun

98
0
Sebarkan

Admin yakin kalian penggemar setia sepak bola. Tidak peduli apakah kalian seorang penggemar fanatik sebuah klub atau tidak. Ada satu cerita menarik yang ingin saya sampaikan pada kesempatan ini.

Kalian pasti kenal AC MILAN klub asal italia yang pada Mei tahun 2003 berhasil menggondol trophy Liga Champion setelah mengalahkan Juventus di babak final.

Bukan cerita dibalik adu pinalti yang saya bahas karena saya memang bukan komentator sepakbola yang sok pintar seperti yang ada di layar televisi.

Beberapa bulan sebelum pertandingan final piala champion yaitu pada maret 2003 ada kejadian heboh di kota Milano markas besar AC MILAN.

Waktu itu seorang penggemar setia MILAN yang bernama Andrea dan masih berumur 12 tahun menderita leukemia.

Karena penyakitnya sudah tergolong kronis dan dokter juga sudah angkat tangan, Andrea pun tinggal menikmati detik detik terakhir hidupnya. Menjelang detik detik terakhir, sang bocah hanya memiliki satu permintaan.

Menurut anda apa kira-kira permintaan si Andrea.?? Yang pasti si Andrea tidak meminta makanan yang enak, mainan yang canggih, rumah atau mobil mewah.. Lalu apa dong..??? Andrea hanya punya satu harapan, dia berharap bisa melihat senyum Paolo Maldini, kapten AC MILAN, mengangkat Trofi LC untuk yang terakhir kali di dalam hidupnya. Alangkah terkejutnya sang kapten setelah mengetahui permintaan Andrea.

Esoknya, Maldini dengan satu kostum merah hitam bernomor punggung 3, plus foto dan tanda tangannya datang kerumah sakit tempat Andrea dirawat.Akan tetapi, semua menjadi sia sia karena sang bocah sudah keburu meninggal dunia.

Apa mau dikata, niat baik dari sang kapten ternyata harus berakhir dengan keharuan. Ternyata bukan itu saja, Andrea masih meninggalkan keharuan yang lebih mendalam.

Sebelum mengembuskan nafas terakhirnya, Andrea sempat menulis sebuah pesan di secarik kertas kecil. Pesan yang sangat mengharukan yang menunjukkan keinginan serta semangat Andrea yang mulia.

Ada satu kalimat yang sampai kini tidak bisa dilupakan oleh pemain MILAN, khususnya Paolo Maldini.

Andrea menulis “Saya sungguh tidak menyesal ketika saya tidak bisa melihat senyum pangeran saya untuk yang terakhir kali, karena saya akan melihat senyuman dia dari atas sana pada final piala champion mei nanti di old Trafford, Inggris, sewaktu dia mengangkat tinggi tinggi trophy itu.” Pesan berikutnya dari Andrea adalah “Setelah scudetto mustahil untuk direbut, tolong berjanjilah kepada saya bawalah trophy liga champion itu kembali ke kota Milano.

Saya memang sudah tidak ada lagi sekarang tetapi semangat dan dukungan saya akan selalu ada didalam diri kalian. Saya akan mendukung kalian dari atas sana.” Do’a Andrea terkabul. AC MILAN berhasil menggondol trophy juara Liga Champion yang ke-6 dengan menglahkan Juventus di Final.

Dan setelah tiga bulan berlalu setelah Milan berhasil jadi Juara liga champion, Maldini bersama Leonardo, gattuso, costacurta, dan beberapa staff dari Milan Foundation berziarah ke makam Andrea dengan membawa trophy champion ke tempat peristirahatan terakhir sang bocah. Dengan bijak, Maldini mengatakan “Saya tentu masih ingat kejadian itu.

Saya hanya bisa menangis sewaktu melihat Andrea dimakamkan dengan kostum kebesaran Rossoneri sambil memeluk boneka beruang dan sebuah album berisi foto-foto kami.

Waktu itu saya telah bersumpah untuk membawa MILAN menjadi juara Liga champion. Saya juga sudah berjanji pada diri saya dan Andrea bahwa saya akan bawa trophy itu ke makam ini.”


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.

Please enter your comment!
Please enter your name here