Beranda Headline Kapolri Ungkap Motif Teror Bom di Jatim, Ternyata Ada Unsur Balas Dendam

Kapolri Ungkap Motif Teror Bom di Jatim, Ternyata Ada Unsur Balas Dendam

98
0
Sebarkan
Ini keterangan Kapolri soal motif ledakan bom di Jatim.

JAKARTA РKapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan bahwa rentetan serangan di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) adalah pembalasan dendam atas belum juga dibebaskannya dua orang Pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yakni Aman Abdurrahman dan Zainal Anshori.

Aman Abdurrahman terlibat kasus perencanaan pendanaan kasus Bom Thamrin pada 2016 setelah sebelumnya juga terkena kasus pendanaan bagi militer bersenjata di Aceh. Sedangkan Zainah Anshori divonis bersalah terkait pendanaan dan memasukkan senjata api dari Filipina ke Indonesia.

Ledakan Bom di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo 3 Orang Tewas

“Proses hukum yang bersangkutan (Aman dan Zainal) membuat kelompok jaringan JAD Jatim, termasuk Surabaya ini mereka memanas dan ingin melakukan pembalasan,” kata Kapolri di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (14/5/2018).

Bahkan menurut Kapolri, serangan para napi teroris di Mako Brimob, Depok beberapa waktu lalu bukan sekadar dipicu karena salah paham, tapi ada kaitannya dengan proses hukum para pimpinan JAD itu.

Jika ditarik ke yang lebih luas, kata Kapolri, serangkaian serangan juga ada kaitannya dengan posisi ISIS yang terdesak dan memerintahkan agar sel-sel teroris di seluruh dunia untuk bergerak. “Selain serangan kemmarin di Surabaya juga ada serangan di Paris, hari Minggu kemarin, satu pelaku pakai pisau, satu tewas empat luka, pelaku tembak mati polisi di Paris,” kata dia.

Ledakan Bom di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo 3 Orang Tewas

Serangkaian aksi teroris terjadi di Jawa Timur. Serangan berawal dari ledakan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, selanjutnya di Rusunawa Sidoarjo, terbaru adalah ledakan di Mapolrestabes Surabaya.

Artikel Asli


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.

Please enter your comment!
Please enter your name here