Beranda Headline Video Perempuan Diusir dari Bus di Tulungagung, Bukan Seperti Itu, Ini yang...

Video Perempuan Diusir dari Bus di Tulungagung, Bukan Seperti Itu, Ini yang Terjadi Sebenarnya

132
0
Sebarkan

TRIBUNNEWS.COM,  TULUNGAGUNG – Sebuah video berdurasai sekitar 30 detik menyebar di dunia maya.

Dalam video itu terlihat seorang perempuan diturunkan dari bus, dan dibawa ke kantor terminal.

Diketahui kejadian itu di Terminal Bus Gayatri Tulungagung, pada Senin (14/5/2018).

Video ini kemudian menjadi viral dengan berbagai narasi pengantar.

Salah satunya mengatakan, bahwa perempuan ini diusir para penumpang bus karena takut aksi terorisme.

Ony Suryanto, Kepala Terminal Gayatri Tulungagung mengatakan, perempuan itu ada di terminal sejak pagi.

Perempuan ini terlihat kebingungan, dan berada di jalur bus jurusan Surabaya.

Petugas Terminal Bus Gayatri sempat mengarahkannya ke ruang tunggu terminal.

Tidak lama kemudian perempuan itu naik ke Bus Bagong jurusan Trenggalek.

Para penumpang bus khawatir karena dampak bom di Surabaya, dan meminta petugas menanyai identitasnya.

Saat ditanya identitasnya, perempuan itu tidak menjawab.

“Karena saat ditanya hanya diam saja, dia dibawa ke pos pengamanan untuk diperiksa,” ujar Ony.

Ony juga berkoordinasi dengan Kepolisian.

Dari pemeriksaan perempuan itu berinisial SAN, usia 15 tahun, seorang santriwati di sebuah Pondok Pesantren di Tulungagung.

SAN berasal dari Kabupaten Ponorogo.

Saat itu SAN berusaha kabur dari pesantren karena mengaku tidak betah.

“Rupanya dia kebingungan memilih bus saat di terminal. Dia mau pulang ke Ponorogo,” tambah Ony.

Pihak Kepolisian kemudian berkoordinasi dengan pengurus pondok pesantren.

SAN kemudian dikembalikan ke pondok pesantren.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo menyayangkan, karena kejadian itu telah dipelintir menjadi isu yang sensitif.

“Tidak ada pengusiran perempuan bercadar,” ucap Mustijat.

Mustijat berharap, masyarakat tidak mudah membagikan materi provokatif yang belum diketahui kebenarannya.

Lebih jauh, Mustijat meminta masyarakat tetap waspada, dan melaporkan setiap hal yang dicurigai ke polisi.

(TribunJatim.com/David Yohanes)

Artikel Asli


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.

Please enter your comment!
Please enter your name here