Beranda Agama Dinamika Santri yang masuk Dunia Perkuliahan

Dinamika Santri yang masuk Dunia Perkuliahan

17
0
Sebarkan

Seorang santri yang sudah menyelesaikan jenjang pendidikan di sebuah pesantren dia kebigungan dalam melanjutkan kejenjang berikutnya apakah tetap mengabdi di pesantren tersebut atau melanjutkan kejenjang berikutnya yaitu kuliah, jika kuliah bingung memilih kampus yang mana dan jurusan apa disitu biasanya sebuah fenomena seorang santri yang sudah selesai mondok dan ingin melanjutkan kejenjang perkuliahan apakah memilih kuliah sesuai jurusan yang berlatar belakang pesantren atau memilih jurusan baru yang tidak ada di dunia pesantren.

Ketika sudah masuk di dunia perkuliahan biasanya kebiasaan semasa mondok masih sangat kental dalam jiwa santri tersebut dan yang paling menonjol adalah perilaku dan watak yang agamis apalagi kalau santri tersebut memilih kuliah di perguruan tinggi islam khususnya Tarbiyah yang masih memiliki ciri khas pesantren misal bahasa arab, ilmu tafsir al quran, ushuluddin dan masih banyak lagi yang berhubungan dengan agama islam yang pernah dipelajari semasa di pesantren.

Ketika santri tersebut memilih jurusan Tarbiyah/ pendidikan agama islam, santri tersebut sedikit banyak tidak akan memiliki kesulitan dalam hal menempu mata pelajaran yang ada di perkuliahan dan akan lebih unggul dibandingkan mahasiswa yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan di pesantren.

Tetapi ketika santri memilih jurusan selain yang diajarkan di pesantren mereka sedikit banyak akan mengalami kesulitan dalam hal memahami mata kuliah yang diajarkan di perkuliahan, semisal memilih jurusan tenik informatika (TI) dan hal itu lumrah terjadi karena santri baru mengenal jurusan tersebut dan di pesantren belum pernah diajarkan. Akan tetapi jika santri sangat menggemari hal tersebut dan memiliki motivasi tinggi terhadap jurusan tenik informatika, maka santri juga bisa bersaing dengan teman-teman mahasiswa yang lain karena di pesantren sudah dilatih tentang kedisiplinan dan sikap yang baik dalam memahami sebuah pembelajaran.

Santri dihadapkan dengan berbagai lingkungan dengan latar belakang yang berbeda di dunia perkuliahan, sebagai seorang santri hal tersebut akan menjadi tantangan tersendiri karena semasa di pesantren lingkungannya bersifat Agamis dan Religius. Kini dihadapkan dengan fenomena- fenomena baru dengan latar belakang yang berbeda. Santri diharuskan bisa berbaur dengan lingkungan baru tersebut akan tetapi tidak harus meninggalkan identitasnya sebagai seorang yang pernah mondok karena santri memiliki ciri khas tersendiri yaitu humoris dalam bergaul.

Selain dihadapkan dengan berbagai macam lingkungan, santri juga dihadapkan dengan berbagai macam pemahaman-pemahaman yang ada dikampus. Pemahaman tersebut ada yang bersifat moderat, kanan, dan bahkan kiri. Disitu santri harus bisa memilah dan memilih dengan memfilter terlebih dahulu supaya dalam setiap langkahnya baik ke-depan, kiri, kanan, bahkan kebelakang, bisa memahami arti sebuah pemahman-pemahaman yang baik. Pemahaman tersebut biasanya terjadi di sebuah organisasi eksternal kampus, maka dari itu mahasiswa diharuskan berliterasi dengan cermat dalam memilih organisasi yang ber-fahamkan Ahlusunnah Wal Jamaah.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.

Please enter your comment!
Please enter your name here