Beranda Agama Manajemen Tukang Cukur

Manajemen Tukang Cukur

28
0
Sebarkan

Manajemen Tukang Cukur

Ada hal menarik dari para tukang potong rambut, yaitu tentang manajemen kerja mereka. Jarang sekali tukang potong rambut menerapkan manajemen moderen. Yakni, melakukan pembagian tugas sebagaimana di kantor atau di tempat usaha lainnya. Semua jenis pekerjaan yang terkait potong memotong rambut, ditangani sendiri. Sebagaimana biasa, bedaknya dibuka sendiri, kuncinya dibawa sendiri, ruang kerjanya dibersihkan sendiri, pelayanan memotong rambut dilakukan sendiri. Karena itulah, maka tukang potong rambut memiliki manajemen yang khas, sehingga cara kerja itu bisa disebut sebagai manajemen tukang potong rambut, atau manajemen tukang cukur.

Dengan manajemen seperti itu, jarang sekali usaha tukang cukur menjadi maju dan semakin besar. Mengapa itu terjadi? Karena manajemen seperti itu berbasis individual, yakni semua hal ditangani sendiri. Namun, akhir-akhir ini mulai ada pelayanan cukur rambut diorganisasi. Akan tetapi tukang cukur rambut tradisional tetap saja tidak mau mengubah cara kerjanya, sehingga tidak pernah mengalami kemajuan.

Terinspirasi dari manajemen tukang cukur rambut itu, kita diingatkan pada pengelolaan atau manajemen lembaga pendidikan. Tidak sedikit lembaga pendidikan dikelola dengan cara tukang cukur tradisional. Ada pengurus, tetapi semua hal ditangani sendiri. Pengurus lain hanya sebagai simbol atau pelengkap. Kerena itu, lembaga pendidikan itu tidak maju-maju. Padahal, jika ditelusuri lebih mendalam, stagnasi itu bukan disebabkan keterbatasan dana, tapi karena dikelola dengan manajemen tukang cukur.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.

Please enter your comment!
Please enter your name here